DZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU MENURUT AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH YANG SHAHIH, Ustadz yazid Bin Abdul Qadir Jawas



DZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU

Oleh : Ustadz bin Abdul Qadir jawas

1.

                                                          أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullah (3x) 

"Aku memohon ampun kepada Allah."[Dibaca 3x] 

 .اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ،  تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal- jalaali wal ikrom. (1X)

“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan” [Dibaca 1x]

-----------
Shahih: HR. Muslim (no. 591 [135]), Ahmad (V/275,279), an-Nasai (III/68-69), Ibnu Khuzaimah (no. 737), Abu Dawud (no. 1513), Ibnu Majah (no. 928), dan ad-Darimi (I/311) dari Tsauban rahimahullah.


2.
  
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ   يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
              
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu. (1X)

“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-NYa. Bagi-NYa segala kerajaan dan bagi-NYa segala pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan tersebut bagi pemiliknya dari siksa-Mu.” [Dibaca 1x]

-----------
PENJELASAN: Tidak boleh ditambah dengan kata : 

 وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْ خِلْنَ الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ 

wa ilaika ya'udus-salam fa hayyina rabbana bis-salam wa adkhilnal-jannata daras-salam

sebab bacaan ini tidak ada asalnya dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.
Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 844) dan Muslim (no. 593), ad-Darimi (I/311), Ibnu Khuzaimah (no. 742), Ahmad (IV/245, 247, 250, 254, 255), Abu Dawud (no. 1505), dan an-Nasi (III/70, 71) dari al-Mughirah bin Syu'bah rahimahullah.


3.


لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ،  وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun. (1x)

"Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-NYa. Bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan Bagi-Nya segala pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Hanya bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir (kaum musyrikin) tidak menyukainya." [Dibaca 1x]

-----------
Shahih: HR. Muslim (no. 594), Abu Dawud (no. 1506, 1507), an-Nasai (III/70), Ibnu Khuzaimah (no. 740, 741), dan Ahmad (IV/4,5) dari Abdullah bin az-Zubair rahimahullah.


4.



لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala syai’in qadir. (Dibaca 10x setelah shalat Maghrib dan shalat Shubuh)

"Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan (para makhluk). Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." [Dibaca 10x setelah shalat Maghrib dan shalat Shubuh]

-----------
Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa setelah shalat Maghrib dan Shubuh membaca:
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, wa huwa ‘ala syai’in qadir. 10x, maka akan Allah tulis setiap satu kalinya 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan, diangkat 10 derajat, dilindungi dari setiap keburukan, dan dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk."
Shahih: HR. Ahmad (IV/227, V/420), at-Tirmidzi (no. 3474) dari Abu Dzar al-Ghifari rahimahullah.. At-Tirmidzi berkata "Hadits ini hasan gharib shahih." Lihat Shahih al-Targhib wat Tarhib (I/322-323, no. 474, 475, 477), Zadul Ma'ad (I/300-301), serta Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah (no. 113, 114, 2563).


5.


اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a'inni' ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik (1x)

"Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu." [Dibaca 1x]
-----------
Shahih: HR. Abu Dawud (no. 1522), an-Nasai (III/53), Ahmad (V/245), dan al-Hakim (I/273, III/273) dari Mu'adz bin jabal rahimahullah. Hadist ini dishahihkan oleh Imam al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi. Di awal hadits ini, bahwa Nabi shalallahu alaihi wassalam  pernah berwasiat kepada Mu'adz rahimahullah agar dia mengucapkannya (dzikir diatas) pada setiap akhir shalat.

6.


سُبْحَانَ اللهِ 
Subhanallah. (33x)
"Mahasuci Allah." [Dibaca 33x]

اَلْحَمْدُ للَّهِ
Alhamdulillah. (33x)
"Segala puji bagi Allah" [Dibaca 33x]


الله أَكْبَر
Allahuakbar. (33x)
"Allah Mahabesar." [Dibaca 33x]

Kemudian untuk melengkapinya (dzikir yang berjumlah 99 tersebut) menjadi seratus, disunnahkan supaya membaca lafazh:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. (1x)

"Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." [Dibaca 1x]

Lalu membaca ayat kursi, surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas setiap selesai shalat wajib sebanyak satu kali.

-----------------------------
"Barang siapa membaca lafazh atau kalimat ini
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ  setiap selesai mengerjakan shalat, maka akan diampuni kesalahan (dosa)nya sekalipun seperti buih dilautan." Shahih: HR. Muslim (no. 597), Ahmad (II/371, 483), Ibnu Khuzaimah (no. 750), dan al-Baihaqi (II/187) dari Abu Hurairah rahimahullah.

"Barang siapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk Surga selain (sebelum datang) kematian." Shahih: HR. An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah' (no. 100), Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah' (no. 124) dari Abu Umamah. Dishahihkan al-Albani dalam 'Shahihul Jami' (no. 6464) dan 'Silsilah ash-Shahihah' (no. 972) 

Shahih: HR. Abu Dawud (no. 1523). an-Nasai (III/68), Ibnu Khuzaimah (no. 755), dan al-Hakim (I/253) dari Uqbah bin Amir rahimahullah. . Lihat Shahih at-Tirmidzi (III/8, no.2324). Ketiga surah ini surah Al-IkhlashAl-Falaq, dan An-Nas  dinamakan al-Mu'awwidzat. Lihat pula Fat-hul Bari (IX/62).


Setelah shalat Shubuh membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً


Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa

"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima."

-----------
Shahih: HR. Ibnu majah (no. 925), Shahih Ibni majah (I/152, no. 753), Ibnu Sunni dalam 'Amalul Yaum wal Lailah' (no. 54, 110), dan perawi lainnya dari Ummu salamah . Lihat Majma'uz Zawa-id (X/111).

Karya : Ustadz bin Abdul Qadir jawas

Sumber : Buku dzikir pagi petang dan sesudah shalat fardhu menurut al-Qur'an dan as-Sunnah yang Shahih

Penerbit : Pustaka imam asy-Syafii, cetakan I : dzulqa'dah 1425 H/Desember 2004 M, cetakan XXXIV : Jumadil awal 1440 H/ Januari 2019 M

Ditulis ulang : Abu Mirza , 23/03/2020, @Purwakarta Tercinta , mypulsa



Komentar

Postingan Populer