PASTIKAN CATATAN AMAL KITA LAYAK DIBACA KETIKA HARI PENGHAKIMAN
Alhamdulillah puji dan syukur selalu kita panjatkan hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, manusia yang paling mulia, paling sempurna jalur nasabnya yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala ciptakan ke muka bumi ini untuk menurunkan risalahnya hukum halal-haramnya , panduan hidup untuk seluruh umat muslim , sebaik-baik contoh dan suri teladan. juga kepada para sahabatnya dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat nanti.
Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah, Allah Ta'ala telah menciptakan serta menugaskan para malaikat yang mulia untuk senantiasa mengawasi dan mencatat semua ucapan dan perbuatan manusia. Mereka mencatatnya dalam lembaran-lembaran catatan amal yang akan dibacakan oleh manusia pada hari kiamat kelak. Para malaikat yang mulia ini benar-benar sangat amanah dan teliti dalam mencatat segala ucapan dan perbuatan manusia. Mereka mencatatnya dangan secara detail dan sangat terperinci, baik yang dhohir (nampak) maupun yang batin (tidak nampak) seperti bersitan dihati sekalipun semuanya tercatat dengan sangat-sangat sempurna detail dan terperinci.
Allah Ta'ala berfirman :
وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِي الزُّبُرِ (52) وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ مُسْتَط
“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS. Qomar: 52-53)
Allah Ta'ala juga berfirman :
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لاَ يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَلا
كَبِيْرَةً إِلاَّ أَحْصَاهَا وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا وَلاَ يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya dan mereka berkata: ‘Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar,melainkan ia mencatat semuanya.’ Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun.” (QS. Al-Kahfi: 49)
Dengan ayat-ayat diatas tersebut, tampaklah beberapa hikmah yang terkandung dari NYA , salah satu hikmahnya, ditulisnya catatan amal ini dilakukan untuk manampakan ke Maha adilan NYA Allah 'Azza wa Jalla. Bahwa dihari kiamat kelak, seluruh manusia akan disuruh membaca catatan amalnya masing-masing serta menghisab dirinya, sehingga tidak lagi ada alasan bagi manusia yang suka bermaksiat untuk mengingkari semua dosa-dosa yang telah dilakukannya, karena semuanya itu telah tertulis dengan sangat-sangat terperinci.
Hari Ketika Catatan Amal Para Manusia Dibagikan
Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah, hari ketika lembaran catatan amal dibagikan, setiap umat manusia berlutut diatas lutut mereka dan menanti panggilan untuk menghadap Rabb pencipta dan pemilik semesta alam.
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُو
“Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Jaatsiyaat: 28).
Semua umat manusia berlutut menunggu untuk dipanggil menghadap Rabb pencipta dan pemilik semesta alam. Dan ketika seorang hamba tahu bahwa diri nya lah yang dicari dengan panggilan itu, maka seruan itu akan terasa langsung menggetarkan hatinya. Tubuhnya bergemetar dan rasa ketakutan yang teramat sangat langsung menyelimutinya. Berubahlah rona wajahnya dan menjadi hampa dan melemahnya raga dan pikirannya dengan rasa ketakutan yang sangat besar. Kemudian ketika kitab catatan amalnya itu dibentangkan dan dibuka dihadapannya. lalu kemudian dikatakan kepadanya :
اِقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًا
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.”
(QS. Al-Isro’: 13-14)
Dan pada saat itulah semua umat manusia akan teringat akan apa yang dahulu telah ia lakukan. Semuanya telah tercatat dengan sangat-sangat lengkap , dengan detail dan sangat terperinci lengkap
dan tanpa ada kekeliruan sedikitpun.
Pada hari kiamat kelak, kitab catatan amal akan dibentangkan dan dibuka dihadapan masing-masing hamba tanpa tertutup sedikitpun. Manusia akan membacanya dan akan jelas baginya bahwa pada hari ini dan di tempat ini, ia telah melakukan ini dan itu. Semuanya telah tercatat tanpa adanya penambahan ataupun pengurangan sedikit pun. Jika ia mengingkari dengan lisannya, maka lisannya akan dikunci dan bangkitlah para saksi yang akan memberikan kesaksian atasnya.
Allah Ta'ala berfirman:
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yaasiin: 65)
Cara Para Manusia Menerima Kitabnya
Ketika setelah dihisab, setiap hamba akan diberikan bukunya masing-masing yang buku itu berisi catatan lengkap seluruh amal dan perbuatan yang telah ia lakukan di dalam kehidupan dunia. Cara penyerahan buku itu berbeda-beda. Ada hamba yang menerima catatan amalnya dengan tangan sebelah kanan nya, mereka itulah orang-orang yang berbahagia, dan ada pula hambanya yang menerima buku catatan amalnya dengan tangan yang sebelah kirinya, mereka itulah orang-orang yang sengsara.
Seorang mukmin yang banyak beramal shaleh dan termasuk golongan orang-orang yang berbahagia, akan diberikan bukunya dari arah depannya dan ia terima dengan tangan kanannya. ia akan dihisab dengan mudah dan kembali kepada kaum serta golongan orang-orang yang sama-sama berbahagia dan beriman di Surga NYA dengan gembira
Allah Ta'ala berfirman :
فَأَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيْرًا (8) وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوْرًا (9
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS. Al-Insyiqaaq: 7-9)
Ulama shalih Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah berkata, bahwa setelah dihisab, ia kembali kepada sesama kaum beriman di Surga dengan hati yang gembira. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa rombongan pertama yang masuk Surga. wajah mereka seperti bulan purnama. Ini menunjukan kegembiraan hati mereka. Karena apabila hati gembira, maka wajah akan ceria." (Tafsir Juz'amma, hal.114)
Sedangkan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, mereka akan menerima kitabnya dengan tangan yang sebelah kirinya.
Allah Ta'ala berfirman :
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُوْلُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوْتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ
الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29
"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata:
“Aduhai, alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang pula kekuasaanku daripadaku.”
(QS. Al-Haqqoh: 25-29)
Dan buku catatan amal mereka diberikan dari arah belakang punggung mereka. Wanaudzubillahimindzalik, Allah Ta'ala berfirman :
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (10) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُوْرًا (11
“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak:
“Celakalah aku.” (QS. Al-Insyiqaaq: 10)
Ulama shalih Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'Utsaimin rahimahullah, berkata bahwa mereka yang menerima kitab dengan tangan kirinya, kemudian tangannya memelintir ke belakang sebagai isyarat bahwa mereka dahulu di dunia telah mencampakan aturan-aturan Al-Qur'an ke belakang punggung mereka. Mereka telah berpaling dari Al-Qur'an, tidak memperdulikannya, tidak mengacuhkannya, dan merasa tidak ada masalah bila menyelisihinya,
lalu mereka berteriak : "CELAKALAH AKU.." yakni mereka berteriak menyesali dirinya. Akan tetapi penyesalan mereka pada hari itu tidaklah berguna lagi. Karena sudah habislah waktu untuk beramal shalih, waktu untuk beramal adalah waktu ketika mereka masih di dunia, sedangkan diakhirat tidak ada lagi amal, yang ada hanyalah pembalasan. (Tafsiir Juz 'Amma, hal.114).
Saudaraku seiman, semoga rangkuman yang singkat diatas dapat menjadi pelajaran dan renungan bagi kita semua ini, dan juga semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaga kita semua selalu dalam ketaatan kepada NYA, selagi masih diberikan NYA kita waktu dan kesempatan untuk beramal sholeh kepada NYA, marilah kita memperbaiki amalan-amalan kita semua.
Sebelum datangnya hari dimana amal telah ditutup, yang ada hanyalah hari pembalasan atas semua yang telah kita lakukan selama di dunia ini.
Dan mari kita memohon ampunan kepada Allah Ta'ala agar Allah Ta'ala berkenan memaafkan semua kesalahan-kesalahan kita dan memberikan ampunan NYA kepada kita semua. Aamiiin.
**
referensi dari :
muslim.or.id ,dr.Muhaimin Ashuri, saduran Ustadz Aris Munandar, MA
muslim.or.id ,dr.Muhaimin Ashuri, saduran Ustadz Aris Munandar, MA
@Purwakarta tercinta, 17/03/20 , 17.24 menjelang maghrib , mypulsa
Penulis : Abu Mirza



Komentar
Posting Komentar